gohijau

Because this world is for our children

Mengenal Biopori

Salah satu gerakan hijau yang ramai digalakkan adalah Biopori. Bahkan walikota kota Bandung Ridwan Kamil dalam program 100 hari nya, mencanangkan program pembuatan 1 juta lubang resapan Biopori. Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir R Brata,[1] salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor.

Lubang biopori dalam tanah dibuat secara silindris dengan diameter 10 cm dengan kedalaman tidak melebihi permukaan air tanah atau maksimal 100 cm. Lubang tersebut kemudian diisi oleh sampah organik untuk menghasilkan kompos. Kompos tersebut akan menghidupi organisme didalam tanah yang selanjutnya akan membentuk pori-pori di dalam tanah. Terbentuknya pori-pori dalam tanah tersebut akan meningkatkan daya serap air.

Manfaat lubang Biopori:

1. Mempercepat peresapan air hujan sehingga mengurangi genangan air dan banjir. Serta meningkatkan cadangan air bersih.

2. Memanfaatkan sampah organik menjadi kompos, sehingga mengurangi volume sampah dan meningkatkan kesuburan tanah.

Cara membuat lubang Biopori:

  1. Buat lubang silindris dengan diameter 10 cm, dengan kedalaman 100 cm. Jika air tanah cukup dangkal, kedalaman Biopori tidak diperbolehkan melebihi permukaan air tanah. (alat pembuat biopori sudah dijual dibeberapa pertokoan perkakas). Untuk memudahkan pelubangan, ada beberapa sumber yang menganjurkan untuk membasahi tanahnya terlebih dahulu.
  2. Jarak antar lubang dijaga sekitar 50-100 cm
  3. Mulut lubang diperkuat dengan menggunakan semen setebal 2 cm di sekeliling mulut lubang.
  4. Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari dapur, sisa tanaman, dedaunan atau pangkasan rumput.
  5. Jaga isi lubang agar selalu dipenuhi oleh sampah organik, diperlukan pengisian sampah organik secara berkala ke dalam lubang yang isinya berkurang atau menyusut karena adanya pelapukan membentuk kompos.
  6. Bila lubang sering dilewati orang, lubang dapat ditutup dengan kawat atau jaring yang mudah dibuka dan ditutup.
  7. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat dikeluarkan pada setiap akhir musim kemarau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 17, 2014 by in Uncategorized and tagged .

Navigation

50waystohelp
%d bloggers like this: